Rabu, 14 April 2010

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL ANAK PADA AKHLAK PERILAKU Studi Kasus di RA Al-Marhamah Curug Sawangan Depok

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL ANAK PADA AKHLAK PERILAKU
Studi Kasus di RA Al-Marhamah Curug Sawangan Depok
Semester Ganjil 2009/2010

RAHMAWATY

Pembimbing 1: Drs. Pipin Abdurrohim, M.Si
Pembimbing 2: Nana Supriatna, S.E
Prodi Pendidikan Agama Islam
Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Karimiyah
Sawangan Depok Tahun 2010



Download file lengkap, klik di sini

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui gambaran mengenai kecerdasan emosional dan akhlak perilaku anak pada siswa RA Al-Marhamah Curug Sawangan Depok;  (2) Untuk mengetahui besar pengaruh dari kecerdasan emosional (EQ) terhada akhlak perilaku anak pada siswa RA Al-Marhamah Curug Sawangan Depok. 
Penulis melaksanakan penelitian menggunakan alat pengumpul data berupa dokumentasi data  Laporan Perkembangan Anak Didik Semester Ganjil Tahun Ajaran 2009/2010. Item-item Laporan Perkembangan dibagi menjadi dua kategori, yaitu (1) Item yang tergolong Kecerdasan Emosional (EQ); dan (2) Item yang tergolong Kompetensi Akhlak Perilaku. Kemudian, data Laporan Perkembangan Anak Didik yang berupa narasi   dikonversi dalam skala ordinal untuk mendapatkan skor kecerdasan emosional dan akhlak perilaku. Adapun kategori yang disusun terdiri dari 11 item mengenai kecerdasan emosional (EQ) dan 13 item mengenai akhlak perilaku. Tiap kategori ini menyediakan pilihan narasi bertingkat-tingkat dari belum muncul, mulai muncul, berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik. 
 Hasil penelitian ini yang pertama adalah memberikan gambaran Kecerdasan Emosional dan Akhlak Perilaku pada siswa RA Al-Marhamah pada semester ganjil tahun ajaran 2009/2010 secara statistik adalah telah berkembang sesuai harapan.  Yang kedua, hasil perhitungan koefisien determinasi diperoleh nilai Koefisien Determinasi (KD) = 20,8%, memberikan pengertian bahwa variasi (naik turunnya) akhlak perilaku yang disebabkan oleh kecerdasan emosi sekitar 20,80% dan selebihnya 79,20% disebabkan oleh faktor-faktor lain.  Uji hipotesis dengan uji signifikansi Product Moment didapat t hitung (3,868) > t tabel (2,002) maka Ho ditolak dan Ha diterima, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan dari kecerdasan emosional terhadap akhlak perilaku siswa RA Al-Marhamah Curug Sawangan Depok . Artinya jika kecerdasan emosional (EQ) siswa  meningkat maka akan dapat meningkatkan akhlak perilaku siswa RA Al-Marhamah Curug Sawangan Depok.
Persamaan regresi untuk variabel Kecerdasan Emosi (X) sebagai variabel bebas dan variabel Akhlak Perilaku (Y) sebagai variabel terikat adalah Y = 20,791 + 0,494X. Konstanta persamaan adalah 20,791 mengandung pengertian bahwa dasar akhlak perilaku siswa tanpa ada kecerdasan emosi adalah positif. Koefisien persamaan regresi dari variabel kecerdasan emosi (b1) bernilai positif yaitu sebesar 0,494 ini mengandung makna bahwa kecerdasan emosi (X) memberi pengaruh  positif terhadap akhlak perilaku siswa. Variabel kecerdasan emosi memberikan pengaruh positif sebesar 49,4% terhadap variabel akhlak perilaku.
 Kesimpulan: (1) Terdapat pengaruh positif dari kecerdasan emosional terhadap akhlak perilaku siswa RA Al-Marhamah Curug Sawangan Depok Semester Ganjil Tahun Ajaran 2009/2010, dimana variabel kecerdasan emosional memberikan sumbangan relatif sebesar 20,8% dan sumbangan efektif 49,4% .
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka disampaikan beberapa saran sebagai berikut: (1) Untuk mengembangkan dan mengoptimalkan kecerdasan emosional yang berperan dalam akhlak perilaku siswa baik di sekolah maupun di lingkungan sekitarnya, maka disarankan kepada pihak sekolah terutama guru-guru pengajar agar memasukkan unsur-unsur kecerdasan emosioal dalam menyampaikan materi serta melibatkan emosi siswa dalam proses pembelajaran; (2) Mengingat begitu banyaknya tantangan yang akan dihadapi anak dalam kehidupannya kelak, maka orang tua maupun guru perlu memberikan bimbingan dan pengarahan untuk mencerdaskan kemampuan dan emosi anak; (3) Disaran kepada orang tua agar memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak-anak mereka pada masa pertumbuhannya. Karena pada periode ini merupakan "Masa Emas" atau disebut juga "The Golden Age" yang hanya terjadi satu kali dalam perkembangan kehidupan seorang manusia; (3) Pada usia masa Taman Kanak-kanak sebaiknya anak dibiarkan bermain atau porsi bermain lebih besar ketimbang melakukan aktivitas yang sangat serius. Dengan bermain, berdasarkan riset penelitian yang ada, anak ternyata menjadi lebih cerdas, emosi dan kecerdasan anak pun meningkat. Anak juga jadi lebih peka akan kebutuhan dan nilai yang dimiliki orang lain. Bermain bersama teman juga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk menyesuaikan perilaku mereka dengan orang lain. Hebatnya lagi, anak juga mampu menghargai perbedaan di antara mereka. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar